Pasir Timbul Pulau Nain, Daya Tarik Wisata Baru Sulawesi Utara

 

loading...
Pasir Timbul Pulau Nain, Daya Tarik Wisata Baru Sulawesi Utara
 
MANADO - Jika berkunjung ke Sulawesi Utara (Sulut) terasa kurang lengkap jika tak menyempatkan diri menginjakkan kaki di salah satu pesona wisata Sulut di pulau Nain, Kecamatan Wori, Minahasa. Tempat ini terkenal dengan pasir timbul yang fenomenal.

Pulau Nain ini keindahannya cukup memesona. Air lautnya berwarna biru kehijauan, bahkan bebatuan karang yang ada di bawahnya dapat terlihat dengan jelas sepanjang kita mengarahkan pandangan mata. 

Selain bersih dari berbagai kotoran, tempat ini memiliki pasir yang berwarna putih. Pasir inilah yang disebut sebagai pasir timbul. Jika tiba beberapa meter dari lokasi ini, rombongan wisatawan akan diantar oleh beberapa perahu kecil yang daya tampungnya sekitar 10 orang.
Hanya beberapa menit untuk tiba di lokasi pasir timbul. Tentu saja harus rela berjalan sedikit di atas karang dan mau berbasah-basahan. Apalagi jika ombaknya cukup besar.

Pasir timbul ini letaknya di permukaan laut. Ini yang membuat pengunjung akan terbagi-bagi dalam beberapa titik. Mereka tersebar di lokasi yang berbeda di mana daratan itu muncul setelah airnya pasang.

Dari kejauhan akan tampak puluhan bahkan ratusan pengunjung asik berswafoto dengan beragam gaya. Itulah gambaran singkat di lokasi pasir timbul yang fenomenal itu.

Menurut salah satu pemandu wisata, pulau Nain ini termasuk salah satu dari lima pulau yang masuk ke dalam “segitiga terumbu karang” Taman laut Bunaken. 

Jika beniat berkunjung ke lokasi dan ingin biayanya murah, ikut saja program trip tiga pulau yang ditawarkan banyak travel atau perusahaan penyedia jasa perjalanan wisata di Manado. Biayanya masih relatif terjangkau, per orangnya Rp150.000. Hanya, sebelum ikut trip, pastikan kesehatan Anda benar-benar baik. Pasalnya perjalanan ini cukup panjang. Berangkat tepat pukul 08.00 Wita dan kembali sekitar pukul 19.00 Wita atau perjalanan ini memakan waktu sekitar 11 jam. 

Kembali ke pasir timbul yang indah itu, ternyata dalam berbagai catatan, di sini ada 390 spesies terumbu karang, berbagai spesies ikan, moluska, reptil, serta mamalia laut. Dihuni oleh suku Bajo, suku ini sangat bergantung pada alam sehingga mereka sangat menjaga kelestarian dan kebersihan pulau.

“Ketika laut surut dan pada musim bulan yang terang, fenomena pasir timbul ini dapat terlihat dengan jelas, hanya saja waktunya cukup terbatas karena menjelang sore di mana air mulai pasang maka daratan itu tak akan tampak lagi,” kata Vian, salah satu pemandu wisata.

Pulau Nain masuk dalam wilayah Bagian Utara (Northen Sections) dari kawasan Taman Nasional Bunaken bersama dengan 4 pulau lainnya (Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Siladen dan pesisir Molas-Wori). Pulau Nain merupakan pulau terjauh dalam kawasan Taman Nasional Bunaken. Bisa ditempuh dengan perahu motor selama 1,5 jam dengan speedboad, atau selama 2,5 jam dengan perahu motor kecil 2 mesin 40 PK.
Luas Pulau Nain adalah 166 hektare atau sekitar 4,98 km2. Pulau Nain memiliki kemiringan sekitar 20—40 derajat dengan ketinggian 139 meter di atas permukaan laut, jika dilihat dari timur atau barat berbentuk “sadel”.

Pulau Nain kini menjadi salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi karena keunikan pasir timbulnya. Anda hanya bisa menikmati keindahan pasir putih yang berkilau saat air laut surut. Inilah yang menjadi alasan mengapa spot ini disebut pasir timbul. Jika kondisinya surut, pasirnya bisa tampak menyembul ke permukaan yang seolah membentuk pulau tersendiri.

Banyak wisatawan berbondong-bondong untuk bisa menginjakkan kaki di pasir putih ini. Selain bermain di pasir timbul Pulau Nain, Anda juga bisa menikmati keindahan air lautnya yang biru jernih. Airnya segar dan sangat pas bagi yang merindukan main air di pantai sekalian berbasah-basahan.Cara menuju Pulau Nain bisa ditempuh dari Pelabuhan Marina Plaza atau Kawasan Megamas di Jangkar Sandar tempat banyak perahu ke Bunaken atau Nain. Anda bisa menyewa perahu dari sini atau mengikuti paket trip tiga pulau itu.
 
sumber:lifestyle.sindonews.com